Politika

Julie Laiskodat Tokoh Politik Perempuan NTT Perjuangkan Masa Depan Pertanian menuju Sejahtera

Bunda Julie Laiskodat, Calon Ketua HKTI NTT

Penulis: Kornelis Moa Nita

KUPANG, SUARA-FLORES..COM, – Ruangan utama Kantor Dekranasda NTT siang itu dipadati para calon pengurus DPD Himpunan Kerukunan Tani ( HKTI) NTT yang datang berbondong menghadiri rapat perdana organisasi petani yang pertamakalinya dibentuk di NTT atas mandat dari Ketua Umum Moeldoko. Julie Sutrisno Laiskodat, tokoh politik perempuan, istri gubermur NTT yang menjabat sebagai Ketua Dekranasda dan wakil rakyat NTT diDPR RI didaulat para pemegang mandat menjadi calon nomor wahid untuk menahkodai perahu HKTI lima tahun mendatang tampak sumringah mengenakan baju kaos merah dengan sarung khas NTT yang tanpak serasi dengqn kulit putih berseri nan anggun.

Dalam rapat perdana yang dipimpin Kristo Blasin, Oswaldus, Frits Bria Seran, Kornelis Moa Nita dan Agus Umbu Hera (para pemegang mandat dari Ketua Umum DPP HKTI), menyepakati Julie yang biasa disapa Bunda Julie tersebut untuk menjadi calon tunggal ketua HKTI NTT dan selanjutnya menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) untuk menetapkan pengurus dan program kerja HKTI NTT ke depan. Menyambut gembira kepercayaan yang diberikan para pemegang mandat, Bunda Julie pun memberikan apresiasi dan menegaskan siap menerima tugas mulia membangun organisasi HKTI di seluruh NTT demi memperjuangkan masa depan pertanian NTT yang memiliki potensi yang besar namun belum optimal dikelolah pemerintah, pihak swasta dan masyarakat tani.

Rapat perdana yang diawali dengan perkenalan seluruh calon pengurus itu kemudian menyepakati nama-nama calon pengurus DPD HKTI NTT dan selanjutnya membentuk DPC HKTI di kabupaten/ kota se NTT yang kemudian harus menggelar Musprov untuk menetapkan pengurus dan diajukan ke DPP HKTI untuk ditetapkan dengan SK. Bunda Julie merasa kehadiran organisasi HKTI sebagai organisasi resmi yang bermitra dengan pemerintah dapat memberikan dukungan besar bagi program- program pertanian, baik yang sedang dijalankan pemerintahan Joko Widodo maupun Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor Bung Tilu Laiskodat dan Yosep A. Nae Soi.

“Saya berterimakasih atas kepercayaan dan mandat yang diberikan kepada saya untuk menjadi calon ketua untuk memimpin DPD HKTI NTT. Saya berharap setelah melewati semua proses organisasi lewat musprov dan pelantikan nanti, organisasi HKTI ini berperan besar dalam mendukung semua program pertanian yang sedang dijalankan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Mari kita semua bekerja bersama mendukung pembangunan petani NTT menuju mandiri dan sejahtera melalui kelompok- kelompok tani yang sudah ada maupun yang akan dibentuk. Teknisnya kita ikuti proses atau tahapan organisasi sesui AD/ART, ” katanya.

Mengenai program kerja ke depan, kata anggota DPR- RI bidang pertanian ini, tidak perlu muluk-muluk atau bombastis, tetapi fokus pada demplot- demplot yang ada minimal satu kabupaten ada satu hingga dua kelompok. Menurutnya, kelompok tani dan ternak yang sudah ada diperkuat dan kemudian membentuk lagi yang baru minimal satu tahun ada satu kelompok baru pengembangan dari kelompok yang ada di sebuah kabupaten. Dengan demikian akan terbangun kelompok-kelompok baru yang didampingi pengurus HKTI agar mendiri kedepannya.

“Kita butuh grand desain program HKTI untuk membangun pertanian NTT. Kita tidak perlu terlalu banyak program nanti kita tidak bisa buat apa-apa. Kita fokus saja pada satu atau dua program yang realistis dan terukur sehingga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujar Bunda Julie kepada para peserta rapat yang terdiri dari beragam profesi baik pengusaha di bidang pertanian, kelautan dan perikanan, perkebunan, dan lain sebagainya.

Dikatakan Bunda Julie, selama dirinya menjadi anggota DPR-RI telah melakukan berbagai terobosan untuk membantu para petani lewat kelompok-kelompok tani, seperti bantuan bibit, pupuk, bantuan peralatan pengolahan dan pemasaran produk pertanian. Dia berharap, ke depan setelah seluruh pengurus dilantik gerakan pembangunan pertanian dapat berjalan lebih masif melalui program yang ditetapkan.

“Saya berharap setelah kita resmi dikukuhkan, seluruh pengurus baik di provinsi dan kabupaten kota yang nanti kita bentuk dan lantik dapat bekerja keras bersama seluruh kelompok tani menjalankan program memajukan dan meningkatkan pendapatan petani. Salah satu kendala kita adalah modal, SDM dan pemasaran produk pertanian, dan untuk itu melalui jaringan HKTI kita bisa mempermudah akses pasar,” tutur Bunda Julie semangat ketika diwawancarai media.

Sementara itu, Oswaldus, salah satu pemegang mandat, mengatakan adapun alasan didaulatnya Bunda Julie menjadi calon ketua DPD HKTI NTT, yaitu Bunda Julie adlah tokoh politik perempuan NTT yang sedang menjabat sebagai anggota DPR -RI dibidang pertanian. Melalui posisi ini tentu memiliki akses jaringan yang luas di tingkat nasional dan internasional. Selain itu, Bunda Julie juga adalah istri gubermur NTT dan Ketua Dekranasda NTT yang getol bekerja keras melalui aksi nyata menggerakan sektor usaha ekonomi mikro (UKM) bagi kaum perempuan melalui usaha tenun ikat untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi.

Saat ini, melalui Dekranasda NTT, pemilik Levico Butik ini telah mengembangkan beragam produk tenun ikat dan ragam produk pertanian, perikanan dan perkebunan yang telah diolah menjadi makanan dan minuman yang dijual. Seluruh produk tenun ikat dan pangan lokal itu terpajang di dalam gedung dekranasda NTT.

Sosok politisi perempuan yang tegas dan santun ini kini menjadi ikon dan idola bagi kaum perempuan dan generasi muda NTT. Mengapa Bunda Julie dicintai dan dikagumi? Karena ia cepat tanggap, memberi perhatian bantuan langsung maupun tak langsung terhadap setiap keluhan dan permintaan bantuan warga. Banyak warga berharap, Bunda Julie selain tetap menjadi wakil rakyat NTT di DPR RI, menjadi Ketua Dekranasda, dan memimpin HKTI NTT untuk memperjuangkan kepentingan rakyat miskin NTT, baik petani, nelayan dan kaum ibu dan anak- anak NTT.

Terhadap seluruh yang dikerjakan dan harapan rakyat NTT, Bunda Julie yang juga sebagai politisi Partai Nasdem, menegaskan bahwa dirinya berkomitmen kuat berjuang keras untuk kesejahteraan rakyat melalui komisi yang ia bidangi. Ia mengatakan, ia bersama sang suami (Gubernur Laiskodat) datang ke NTT bukan untuk mencari kekayaan, tetapi semata untuk mengabdi bagi seluruh rakyat. Pasalnya, menurut perempuan lincah, cantik nan gesit ini, ia sudah selesai secara ekonomi, jadi tidak perlu lagi menjadi pemimpin untuk menimbun harta kekayaan di sebuah provinsi yang masih miskin.

“Kami putuskan datang ke NTT semata untuk membangun dan mengabdi, bukan untuk memperkaya diri. Untuk itu, kami akan terus bekerja keras meningkatkan kesejahteraan rakyat NTT. Untuk itu, saya minta kerja sama dan dukungan sekali lagi dari seluruh rakyat NTT agar semua program besar bagi rakyat dapat kami selesaikan. Kita punya hubungan baik dengan presiden dan seluruh menteri jadi kita akan optimalkan pembangunan pariwisata, pertanian, peternakan, perikanan, dan UKM agar rakyat kita meraih kesejahteraan,” kata Bunda Julie kepada media ini di Dekranasda NTT belum lama ini. ( *)

Komentar Anda?

To Top